7 Tahap Dalam Menyusun Skripsi Kuliah

7 Tahap Dalam Menyusun Skripsi Kuliah – Tugas akhir dari persyaratan tamat kuliah untuk menjadi seorang sarjana adalah dengan membuat skr...

Ada Cinta di Bangku SMA (Novel Si Kulup Kun Bagian 4)

Ada Cinta di Bangku SMA (Novel Si Kulup Kun Bagian 4) - Kepindahanku dari tempat pamanku ke tempat kakak sepupuku merupakan kehidupan baru bagiku setelah 4 tahun lamanya aku terbelenggu seorang diri ditengah taman makan tanah kusir tanpa seorang teman dan juga kawan. 
Ada Cinta di Bangku SMA (Novel Si Kulup Kun Bagian 4)

Alhamdulillah semua telah aku lalui dengan baik dan aku juga telah menamatkan sekolah tingkat pertamaku dengan baik pula. Awal yang baik untuk bisa aku melanjutkan perjalanan hidupku tentunya di dekat kakak sepupuku yang juga berada di Jakarta ini. 

Mengenai kakak sepupuku ini, walaupun dia bukanlah kakak kandungku, namun beliau adalah sosok kakak yang baik dan juga bertanggungjawab. Mengenai kehadirannya di Jakarta ini tentunya juga sama sepertiku yaitu ingin mencari kehidupan masa depan yang lebih baik karena memang kala itu kehidupan di kampung sangatlah sulit bahkan saat ini, dimana orang kampungku masihlah mencari nafkah dengan cari bertani. 

Aku berada bersama kakakku tentunya tidak diam begitu saja, aku bekerja di sebuah rumah kementerian yang berada di Kuningan Jakarta yaitu menjadi seorang tukang kebun. Begitu juga dengan kakak sepupuku, dia juga seorang tukang kebun di rumah yang berbeda denganku namun masih berdekatan. 

Kala itu aku menerima penghasilan dari pekerjaan yang aku lakoni tersebut sebesar Rp. 300,000/bulan. Memang cukup kecil gaji yang saya terima, namun gaji tersebut aku terima dan aku syukuri dengan baik karena bagaimanapun juga itu adalah hasil keringat aku sendiri. 

Begitu sering kakakku memberiku uang jajan ketika pagi menjelang karena ia sangat paham jika gajiku saat itu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan satu bulan. Karena kakak sepupuku juga merangkap menjadi sopir dirumah tempat ia bekerja untuk mengatarkan anak pejabat tersebut, makanya ia memiliki penghasilan lebih dariku. 

Saat itu, memiliki kakak sepupu sepertinya merupakan hal yang sangat membantu dalam kehidupan kala itu bahkan ketika aku ingin masuk sekolah tingkat menegah setelah aku lulus pendidikan tingkat pertama bersama pamanku. 

Oh ya, Setelah aku tamat SMP bersama pamanku, aku pindah ke tempat kakak sepupuku aku sebenarnya menganggur lagi 1 tahun sebelum aku mendapatkan kesempatan untuk bisa meneruskan pendidikan masa SMA. 

Setelah aku mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk ditabung dengan kakak sepupuku, akhirnya pada tahun kedua aku berada disana dan juga bekerja, aku bisa melanjutkan sekolahku ke jenjang SMA. 

Mengenai administrasi Untuk aku bisa masuk sekolah waktu itu, kakak sepupuku lah yang mengurusi semuanya, Mulai dari pendaftaran, mengurusi peralatan sekolah dan dia juga membimbingku dalam menjalani masa sekolah hingga aku lulus. 

Masa SMA, Bagiku masa yang begitu indah untuk aku lewati. Walaupun kehidupanku saat itu memang sulit, namun dalam menempuh pendidikan SMA, Aku merasa yang berbeda dengan cerita saat aku SMP. Hal itu jelas, selain kakak sepupuku sangat baik padaku, ada dia yang telah memberiku kehidupan baru untuk aku selalu semangat untuk datang ke sekolah. 

Dia, dia yang aku temui saat aku sekolah SMA dulu. Melaluinya, aku bisa bahagia dan juga selalu semangat untuk menjalani kehidupanku. Walaupun susah, namun aku merasa ada yang berbeda ketika dia selalu memberiku semangat untuk bisa bertahan dalam kehidupanku saat itu. 

Dia gadis yang sederhana, tidak terlalu cantik, namun memiliki senyum yang luar biasa untuk selalu aku kenang, bahkan saat dia tak lagi ada di sekitarku saat ini. Dia Gadis sederhana yang menurut orang cantik tapi bagiku dia lebih dari itu, lebih baik dari apa yang mereka pikirkan tentangnya. 

Aku masih mengingatnya dengan sangat baik saat ini, Walaupun tak sampai menjadi seorang yang istimewa dalam hidupku, namun cerita yang telah ia berikan untukku, membuatku patut berterima kasih kepadanya, jika aku pernah bertemu dengan seorang wanita baik sepertinya. 

Dia memiliki nama yang indah, Sheilla Khoirunnisa namanya Aku mengenalnya saat sekolah SMA dulu Aku pernah memilikinya dalam kurun waktu yang lama, namun hal itu tak bertahan dalam kisah hidupku untuk selalu bersamanya, karena alasan Tuhan lebih memahami jika aku dan dia memang tidak di takdirkan untuk berjodoh. 

Bahagia, sudah pasti pernah aku dapatkan darinya. Indah, sudah pasti pernah menaungi hariku bersamaku saat disekolah dulu. Memilikinya saat itu, bukanlah perkara mudah, namun aku mampu memberikannya perhatian lebih untuk mempercayai cintaku dititipkan pada diriku. 

Aku menjaga cinta itu walaupun dengan susah payah ketika lulus sekolah dulu, namun saat semua telah aku jalani dengan baik, semua tak terbalas dengan baik dimana ia lebih memilih hati yang lain untuk ia berlabuh. 

Aku mengerti dengan keadaan tersebut sesuai dengan apa yang disebut takdir ilahi. Aku sangat memahami kondisi itu, walaupun aku harus menukar nyawaku dengan ketiadaan, dirinya tetap saja tak akan pernah ada dalam hidupku. 

Berjuang, bertahan dan juga berusaha dalam memilikinya tentunya tidaklah mudah, apalagi saat itu banyak orang juga yang menyukainya namun aku berhasil memliki dirinya walaupun hanya sekejap waktu saja. 

Aku termasuk orang yang beruntung saat itu karena bisa bertemu dan menjalin kasih dengan seorang wanita indah seperti dia. Jika aku harus berkata saat ini, maka cerita cinta bersamanya adalah cerita yang terindah dalam hidupku. 

3 Tahun berlalu, Dengan segenap perjuanganku menemupuh pendidikan masa SMA-ku berbuah manis karena aku lulus dengan nilai yang baik dan tentunya mendapatkan cerita yang sangat indah yang selalu aku simpan dalam memori hidupku. 

Bahkan saat ini, walaupun itu hanya tinggal kenangan, namun aku percaya Tuhan selalu mengetahui semua yang aku rasa tentangnya disana yang telah bersama dengan orang terkasih pilihan hatinya. 

Aku selalu berdo’a untuknya, untuk dia yang pernah memberiku semangat, tujuan dan juga masa depan seperti yang aku dapatkan saat ini. Semoga dia yang pernah aku katakan kepada dunia dalam setiap tulisanku bahagia dan juga selalu tersenyum seperti senyum yang pernah ia berikan untukku saat ini. 

Hingga semua berlalu, Cinta yang terjadi di bangku SMA-ku hanya meninggalkan kesan kenangan bagiku. Namun apapun itu, aku patut berkata jika dia pernah memberiku sebuah cerita indah tentang arti cinta yang ingin aku abadikan dalam kisah klasik hidupku. 

Setelah cinta itu, aku berharap dapat menemukan seseorang yang dapat mengisi hariku dengan bahagia yang sesungguhnya suatu hari kelak. Seseorang yang Tuhan titipkan untuk aku jaga hatinya, raganya dalam wujud halal bagiku. 

Kini, aku akan terus berjalan, menelusuri perjalanan hidup yang tak aku ketahui kejutan apalagi yang akan Tuhan berikan untukku, Apakah duka atau bahagia. Namun yang jelas, apapun yang terjadi aku selalu berterima kasih dalam sujudku untuk hidup yang aku miliki dari dulu hingga nanti.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel