Aplikasi HALODOC Konsultasi Dokter Zaman Now

Halodoc Konsultasi Dokter , Sebuah aplikasi kesehatan berbasis online masa kini yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya d...

Benarkah Kecanduan Game Bisa Gangguan Mental?, Ini Penjelasannya

Aleniasenja.com - Tak ada salahnya jika waktu luang dan santai anda di isi dengan bermain game, namun jangan sampai lupa waktu. Lupa makan, lupa istirahat, lupa tidur, lupa Tuhan dan lupa segalanya. Jika hal itu terjadi, maka sudah pasti akan berefek buruk terhadap diri anda dan juga kesehatan mental anda. Hal ini telah banyak kasus yang terjadi di tanah air, dimana banyak mereka khsusunya remaja yang kecanduan game lalu berakhir dengan gangguan mental. Kok bisa?, simak penjelasan pusat kesehatan dunia (WHO) dibawah ini tentang perihal tersebut.
Benarkah Kecanduan Game Bisa Gangguan Mental, Ini Penjelasannya

Menurut Informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan kecanduan main game sebagai gangguan mental. Kecanduan main game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru, disebut sebagai gaming disorder (GD). Gaming disorder termasuk dalam kategori besar Gangguan mental, perilaku, dan perkembangan saraf. 

Berarti pakar kesehatan seluruh dunia menyetujui bahwa kecanduan main game dapat memiliki dampak yang menyerupai kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang. Hal ini melihat adanya bukti peningkatan pesat dalam kasus kecanduan game dari berbagai belahan dunia. Lalu apa saya yang menjadi penyebab seseorang bisa kecanduan game sehingga berakhir denga gangguan jiwa?, simak ulasannya dibawah ini : 

Tanda Jika Seseorang Kecanduan Bermain Game 

Kecanduan main game ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan hasrat bermain, sehingga susah atau tidak mampu untuk menghentikan perilaku tersebut walaupun segala upaya yang dilakukan untuk menghentikannya. Adapun tanda-tandanya adalah : 
  • Selalu menghabiskan waktu yang lama untuk bermain, bahkan durasinya makin meningkat dari hari ke hari. 
  • Merasa mudah marah dan tersinggung saat dilarang atau diminta berhenti bermain game. 
  • Selalu berpikir tentang game tersebut ketika sedang mengerjakan aktivitas lainnya. 
  • Hilangnya kendali diri ini membuat pecandu game cenderung menomorsatukan gaming dalam hidupnya sehingga akan melakukan berbagai cara untuk dapat menuntaskan hasrat akan candunya, tak peduli atas konsekuensi dan risikonya. 
Penyebab Seseorang Kecanduan Main Game 

Setiap benda atau hal-hal yang membuat kita merasa senang akan merangsang otak menghasilkan dopamin, hormon pembuat bahagia. Dalam keadaan normal, hal ini tidak akan menyebabkan kecanduan. Hanyalah rasa bahagia dan puas pada umumnya. Akan tetapi saat kita mengalami kecanduan, objek yang membuat kita senang tersebut merangsang otak menghasilkan dopamin yang berlebihan. 

Jumlah dopamin yang kelewat batas akan mengacaukan kerja hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab mengatur emosi dan suasana hati sehingga membuat kita merasa sangat bahagia tidak wajar, bersemangat, dan percaya diri berlebihant. Efek membahagiakan ini akan membuat tubuh secara otomatis ketagihan dan mengidam untuk merasakannya kembali. 

Pada akhirnya, efek ini membuat kita terus menggunakan candu tersebut secara berulang dalam frekuensi dan durasi yang lebih tinggi demi memuaskan kebutuhan akan kebahagiaan ekstrem tersebut. Jika hal ini terus terjadi berkepanjangan, lama-lama akan merusak sistem dan sirkuit reseptor motivasi dan penghargaan otak sehingga menyebabkan kecanduan. 

Apakah Semua Pemain Game Berisiko Kecanduan? 

Bermain game tentu tidak dilarang. Bermain game dapat menjadi aktivitas pengusir stres yang baik dan juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Ada sejumlah bukti medis yang mengatakan bahwa bermain game dapat dijadikan terapi alternatif mengobati gangguan mental seperti Alzheimer dan ADHD. 

Pasalnya selama bermain game, otak akan dituntut untuk bekerja keras mengatur fungsi kognitif (misalnya perencanaan strategi) yang dibarengi dengan kerja fungsi motorik yang kompleks (misalnya, sambil melihat layar kita juga harus menggerakkan tangan untuk memainkan joystick atau menekan tombol). Nah jika hobi ini tidak dikendalikan, barulah bisa berkembang menjadi kecanduan. 

Jadi, bermain game boleh saja asalkan tidak menjadi rutinitas setiap hari bahkan setiap waktu. Masih banyak aktivitas yang jauh lebih bermanfaat ketimbang hanya bermain dirumah dan duduk diam saja. Bermain game kelamaan juga mendatangkan banyak penyakit seperti sakit pinggang karena kelamaan duduk, sakit dada karena kelamaan terungkup, mata merah karena menatap layar ponsel atau computer, sakit kepala, dan nafsu makan berkurang. 

Semoga ulasan diatas dapat memberi manfaat untuk anda semuanya agar dapat menjadi perhatian jika bermain game yang berlebihan itu tidak baik bagi diri anda. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi anda semuanya, terima kasih.

1 Komentar untuk "Benarkah Kecanduan Game Bisa Gangguan Mental?, Ini Penjelasannya"

  1. Inilah, saya suka prihatin dng anak anak sekarang. Kebanyakan orientasinya hanya games dan games teruuuus. Jadi melupakan belajar atau sekedar asyiknya main tanah di luar rumah

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel