CARA BERHENTI DONASI UNICEF INDONESIA YANG BENAR

Aleniasenja.com   – Halo pembaca semuanya dimana pun anda berada, pada kesempatan kali ini penulis ingin memberikan kepada anda sebuah inf...

Kapan Kiamat Akan Datang?, Inilah Tanda-tandanya Menurut Rasulullah SAW

Aleniasenja.com - Datangnya Hari kiamat tentunya hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tak satu pun mahkluk dimuka bumi ini yang mampu menebaknya kapan hari kiamat itu akan datang untuk menghancurkan bumi dan langit ini. Namun pertanda kiamat akan datang, tentunya sudah ada pentujuk-petujuknya yang tercantum dalam Al-Qur’an dan juga hadist yang disampaikan oleh Rasulullah SAW untuk menjadi peringatan bagi umat manusia dimuka bumi ini. Untuk lebih jelasnya mengenai kiamat yang pastinya kan terjadi, simak ulasannya dibawah ini : 
Kapan Kiamat Akan Datang?, Inilah Tanda-tandanya Menurut Rasulullah SAW

Kiamat Sugra (Kiamat Kecil) 

Kiamat itu terbagi dua yaitu Kiamat Sugra (Kiamat Kecil) dan kiamat Kubro (Kiamat Besar). Kiamat sugra adalah berakhirnya kehidupan sebagian mahluk di dunia ini baik secara individu maupun kelompok. Semua mahluk hidup pasti akan mengalami kematian, tidak ada mahluk yang abadi. Semuanya akan musnah dan binasa.Peristiwa kematian atau kehancuran mahluk hidup itulah yang dinamakan kiamat sugra. Artinya, kiamat kecil yaitu kiamat bagi mahluk yang mati itu. Contoh kiamat sugra adalah sebagai berikut : 

1. Kematian 

Semua makhluk hidup yang ada di dunia yang memiliki nyawa, semua itu akan meninggal kembali ke Allah SWT. Di dunia ini, makhluk hidup diberikan cobaan yang sebenarnya membinasakan, agar bagaimana manusia tersebut bisa bertahan hidup dengan baik sesuai pedoman dari Al Quran atau tidak. 

Meninggalnya seseorang juga itu mutlak rahasia Allah SWT dan tidak ada 1 orangpun yang mengetahuinya. Bisa itu meninggal di usia muda, remaja, dewasa, atau lansia. Bisa itu saat sedang tidur, sedang sakit, atau sedang melakukan perjalanan. 

Maka dari itu, kita manusia memang disarankan untuk selalu membaca doa sebelum melakukan sesuatu karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada diri kita. 

Kita hanya bisa berpasrah diri dan tetap melakukan kewajiban kita sebagai umat Islam serta melakukan hal-hal yang baik agar kita bisa mendapatkan cukup banyak pahala untuk bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. 

2. Bencana Alam 

Bencana alam atau dalam bahasa Inggris dinamakan dengan "natural disaster", merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak cukup besar bagi manusia. Peristiwa alam yang terjadi ini bisa berupa seperti Banjir, Letusan gunung berapi, Gempa bumi, Tanah longsor, Kekeringan, Gelombang panas, Badai tropis, Tornado, Wabah penyakit, Kebakaran liar, Hujan es, Badai salju, dan Tsunami. 

Bahkan, beberapa bencana alam terjadi secara tak alami. Contohnya seperti kelaparan, yakni kekurangan bahan pangan dalam jumlah yang cukup besar, yang mana hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan alam. 

Terlihat jika usia bumi kita yang sudah kian menua, banyak sekali terjadi bencana alam di sekitar kita, entah itu memang ulah dari manusia sendiri atau alam yang menimbulkan gejala bencana tersebut terjadi. Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan masih banyak lagi bencana alam yang lain. 

Jadi, kiamat sugra atau kiamat kecil ini perlu untuk kita waspadai karena bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan di dekat atau di sekitar kita. Dalam Al Quran surat Al-A'raf ayat 187 Allah SWT berfirman: 

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ 

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia." 

Kiamat Kubra (Kiamat Besar) 

Sementara Kiamat Kubra adalah berakhirnya seluruh kehidupan makhluk yang ada di dunia ini secara serempak. Siapa pun tidak dapat memprediksi dan mengetahui terjadinya hari kiamat meskipun menggunakan ilmu teknologi secanggih apapun. Para rasul dan malaikat pun tidak ada yang diberi tahu secara pasti tibanya hari kiamat, apalagi manusia biasa. Kiamat itu merupakan rahasia Allah Swt. Tanda-tanda kiamat kubro, ada sejumlah hadits yang menyebutkannya. Salah satunya seperti diriwayatkan Imam Muslim dalam Sahihnya berikut ini: 

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ 

Artinya, "Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, 'Apa yang kalian bicarakan?' Kami menjawab, 'Kami membicarakan kiamat.' Ia bersabda, 'Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.' Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka," 

Hadits tersebut bicara soal tanda-tanda kiamat kubra, yakni : 

1. Munculnya kabut (dukhan) 

Di dalam Al-Qur’an, disebutkan bahwa tanda-tanda kiamat adalah munculnya kabut asap panas yang bernama Dukhan dan bakal menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam. Bisa dibayangkan, bagaimana situasi pada saat itu. Gelap gulita, asap tebal dan hampir tidak ada oksigen, membuat nyawa para manusia berada di ujung tanduk. Bahkan, sosok Dajjal pun sangat ketakutan saat menghadapi peristiwa ini. Seperti yang di firmankan oleh Allah SWT subhanahuwata’ala dalam Al-Qur’an yang berbunyi : 

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata.” (Ad-Dukhan:10) 

Tak dapat dipungkiri, kemunculan dukhan membawa efek yang sangat luas pada kehidupan manusia pada saat itu. sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, 

“Dajjal akan keluar di bumi bagian Timur yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.” 

2. Kemunculan Dajjal 

Dajjal akan muncul menjelang hari kiamat. Dajjal dikatakan sebagai sosok orang yang kafir dan jahat, pembawa fitnah alias ujian terbesar dan tak ada ujian terbesar selain hal tersebut. Menurut dari hadist, Dajjal memiliki ciri fisik seperti cacat di mata kirinya, memiliki rambut keriting dan lebat. Sementara itu, ada juga pendapat lain yang mengatakan jika mata kanannya buta. 

Dajjal juga memiliki perawakan yang pendek dan kaki yang bengkok. Tertulis di antara 2 mata Dajjal yakni Kaf-Fa-Ra atinya Kafir yang bisa dibaca oleh seorang buta aksara. 

Dengan keluarnya Dajjal ini menjadi tanda kiamat besar akan tiba, yang dimulai pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan yang sangat besar dan dirinya keluar untuk mengalahkan kekuatan kaum muslim itu. 

Bahkan, sebelum datangnya Dajjal, manusia akan terlebih dahulu diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tak turunnya hujan dan musnahnya pepohonan hingga 3 tahun berturut-turut. Hal tersebut juga bisa mengakibatkan hewan ternak menjadi mati. 

Dajjal akan memasuki semua negeri dengan membawa kerusakan, kecuali di Makkah dan Madinah. Dajjal juga tak akan bisa masuk ke dalam 4 masjid, diantaranya Masjid al-Haram, Masjid Nabawy, Masjid al-Aqsha, dan Masjid ath-Thur. 

Sementara itu, Nabi Muhammad mengingatkan kepada para umatnya untuk membaca dan menghafal sebanyak 10 ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai bentuk perlindungan diri dari Dajjal. Jikalau memang bisa, berlindung di Kota Makkah dan Madinah, karena dirinya tak akan pernah bisa masuk ke 2 kota tersebut yang dijaga oleh Malaikat. 

Nabi Muhammad SAW juga menekankan secara lebih lanjut kepada umatnya, jika mendengar mengenai Dajjal, jangan untuk mendekati dirinya karena pengaruh tersebut begitu besar. 

3. Munculnya Dabbah, 

Seperti yang ada pada QS An-Naml ayat 82, "Dan apabila perkataan mereka telah jatuh atas mereka, kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka". 

Amat disayangkan jika di zaman modern seperti ini, banyak munculnya tayangan televisi yang menggunakan sosok hewan sebagai subyek atau aktor dalam tayangan televisi dan hewan tersebut mampu berbicara dengan manusia atau dengan hewan yang lain. 

Padahal, jika membuat tayangan televisi yang menghibur tidak perlu hal semacam itu, cukup berikan tontonan yang menarik sekaligus menghibur saja sudah cukup, tidak terlalu berlebihan dan yang terpenting masuk akal. 

4. Terbitnya matahari dari barat 

Nabi bersabda yang artinya, 

"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat. Maka, apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi, kelakuan yang demikian itu di saat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu." (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud). 

Matahari itu memang selalu terbit dari arah timur, namun nanti adakalanya matahari akan terbit dari arah barat yang akan memusnahkan seluruh kehidupan manusia di dunia ini dan di alam semesta. 

5. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj 

Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia biasa seperti layaknya manusia lainnya. Mereka mirip dengan orang bangsa at-Turk (mereka adalah orang kafir), dengan mata sipit, berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan kulit mereka bervariasi. [2] 

Fitnah ini terjadi pada masa Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam setelah ia membunuh Dajjal, lalu Allah membinasakan mereka semua dalam satu malam berkat do’anya (Nabi ‘Isa bin Maryam) atas mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman: 

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ 

“Hingga apabila (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang kafir terbelalaklah. (Mereka berkata): ‘Alangkah celakanya kami, sesungguhnya kami benar-benar lalai tentang ini, bahkan kami benar-benar orang-orang yang zhalim.”- Al-Anbiyaa’: 96-97

Juga firman Allah Azza wa Jalla: 

ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ و مَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا َقَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي ۖ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا 

Artinya :“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, dia mendapati di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. Mereka berkata: ‘Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di muka bumi, maka bolehkah kami memberikan imbalan bagimu agar engkau membuat dinding penghalang antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dianugerahkan oleh Rabb kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku dapat membuat dinding penghalang antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila (potongan) besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, Dzulqarnain berkata: ‘Tiuplah (api itu).’ Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti ) api, dia pun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak dapat mendakinya dan tidak (pula) dapat melubanginya. Dzulqarnain berkata: ‘(Dinding) ini adalah rahmat dari Rabb-ku, maka apabila janji Rabb-ku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Rabb-ku itu benar.’ Dan pada hari itu Kami biarkan mereka berbaur antara yang satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup lagi, akan Kami kumpulkan mereka semuanya.” - Al-Kahfi: 92-99

Rasulullah SAW bersabda: 

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj sedang berusaha keras melubangi dinding setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Pulanglah, kalian akan melubanginya besok.’ Kemudian esok harinya mereka kembali melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya. Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: ‘Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, -bisa juga kiranya dia mengucapkan kata pujian itu-.

(Namun ketika) mereka kembali hendak melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong: “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit.” Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka.’” 

6. Munculnya Isa bin Maryam 

Turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam di akhir zaman tercantum di dalam Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih, bahkan riwayat-riwayatnya mutawatir. Diriwayatkan lebih dari 25 Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalil dari Al-Qur-an al-Karim: 

1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ 

Artinya : “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu ber-selisih padanya.’ - Ali ‘Imran: 55

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai firman Allah: ( إِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ ) “Sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku…” 

Menurut Qatadah dan ulama lainnya: “Ini merupakan bentuk kalimat dalam bentuk muqaddam dan muakhkhar (yaitu bentuk kalimat yang mendahulukan apa yang seharusnya ada di akhir, dan mengakhirkan apa yang seharusnya didahulukan). Kedudukan sebenarnya adalah ( إِنِّيْ رَافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُتَوَفِّيْكَ) “Yakni Aku mengangkatmu kepada-Ku dan mewafatkanmu.” 

Dan mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kematian tersebut adalah tidur, sebagaimana firman-Nya ( وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ ) “Dan Dia-lah yang menidurkan kalian di malam hari.” [Al-An’aam: 60] 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, (اللهُ يَتَوَفَّى اْلأَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ) “Allah yang memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (meme-gang) jiwa (orang) yang belum mati pada waktu tidurnya.” [Az-Zumar: 42] 

2. Firman Allah Azza wa Jalla: 

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا 

Artinya : “Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, ‘Isa putera Maryam, Rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” - An-Nisaa’: 157-158

Allah mengangkat Nabi ‘Isa Alaihissallam dalam keadaan hidup dengan ruh dan jasadnya, ayat di atas sebagai dalil untuk membantah orang-orang Yahudi yang menyangka ‘Isa dibunuh dan disalib. Kalau yang diangkat ruhnya saja, maka apa bedanya Nabi ‘Isa dengan Nabi-nabi yang lainnya, bahkan juga kaum Mukminin, semua ruhnya diangkat Allah sesudah wafat! Jadi, tidak beda antara Nabi ‘Isa dengan yang lainnya? Lantas apa manfaat penyebutan diangkat ke langit, kalau bukan yang diangkat ruh dan jasadnya?!.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah -setelah menafsirkan ayat ini- kemudian membawakan beberapa hadits tentang turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam. Beliau rahimahullah berkata: “Inilah hadits-hadits mutawatir yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari para Sahabat, seperti Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, ‘Utsman bin Abil ‘Ash, Abu Umamah, an-Nawwas bin Sam’an, ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, Mujammi’ bin Jariyah, Abu Syuraikah dan Hudzaifah bin Usaid Radhiyallahu anhum. Di dalam hadits-hadits ini mengandung petunjuk tentang sifat-sifat turunnya, juga tempatnya, yaitu ia akan turun di Syam (Syiria) tepatnya di Damaskus pada menara timur dan terjadi ketika akan didirikan shalat Shubuh. [6] 

3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ 

Artinya : “Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” - Az-Zukhruuf: 61

Tafsiran lafazh: (وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ) menurut Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma sebagaimana tercantum dalam kitab Tafsiir Ibni Katsiir adalah turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam sebelum hari Kiamat. Kemudian dijelaskan juga oleh Ibnu Katsir rahimahullah hadits-hadits tentang turunnya Nabi ‘Isa sebelum hari Kiamat diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas, Abul ‘Aliyah, Abu Malik, Ikrimah, Hasan, Qatadah, ad-Dhahhak dan selainnya. Hadits-hadits turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam sebelum hari Kiamat sebagai Imam yang adil, dan hakim yang bijaksana adalah mutawatir. 

Adapun dalil-dalil dari As-Sunnah: 

1. Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ. 

Artinya : “Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa: ‘Kemarilah, shalatlah mengimami kami.’ Kemudian Nabi ‘Isa menjawab: ‘Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai penghormatan bagi umat ini.’

2. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ. 

Artinya : “Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” 

3. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

“Para Nabi itu bersaudara seayah, sedangkan ibu mereka berbeda-beda dan agama mereka satu. Aku adalah manusia yang paling dekat terhadap ‘Isa bin Maryam, karena tidak ada Nabi lagi antara dia dan aku. Dan dia akan turun (kembali). Jika kalian melihatnya, maka kenalilah oleh kalian bahwa dia adalah laki-laki yang sedang tingginya, berkulit putih kemerah-merahan, dia memakai dua buah baju yang agak kemerahan, seakan di kepalanya meneteskan air walaupun tidak basah. 

Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah serta menyeru manusia kepada Islam. Di zamannya, Allah akan menghancurkan seluruh agama kecuali Islam. Dan Allah akan membunuh al-Masih ad-Dajjal. Kemudian terciptalah keamanan di muka bumi, hingga singa dengan unta mencari makan (di tempat yang sama) dan (demikian pula) harimau dan sapi, juga serigala dan kambing, serta anak-anak kecil bermain-main dengan ular tanpa membahayakan mereka. Beliau tinggal selama empat puluh tahun, kemudian wafat dan kaum Muslimin menshalatkannya.” 

Turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam memberikan hikmah yang besar, di antaranya: 
  • Membantah Yahudi yang beranggapan bahwa mereka telah membunuh ‘Isa Alaihissallam. Padahal Nabi ‘Isa-lah yang akan membunuh pimpinan mereka yaitu Dajjal. 
  • Sesungguhnya Nabi ‘Isa Alaihissallam mendapatkan di dalam Injil tentang keutamaan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Fat-h: 29). Dan beliau berdo’a agar dimasukkan di antara mereka (ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam), lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan do’a beliau ketika beliau turun pada akhir zaman, dan beliau menjadi mujaddid (pembaharu) agama Islam. 
  • Bahwa turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam dari langit untuk dimakamkan di bumi, karena tidak ada makhluk dari tanah yang mati di selainnya. 
  • Turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam membongkar kebohongan Nashrani, menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus upeti. 
  • Beliau memiliki keistimewaan yang khusus, karena jarak antara Dia dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat dekat dan tidak ada Nabi lain yang memisahkan antara Nabi ‘Isa Alaihissallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
  • Nabi ‘Isa Alaihissallam berhukum dengan syari’at Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi pengikut Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau turun tidak membawa syari’at yang baru, karena agama Islam penutup segala agama dan Nabi ‘Isa Alaihissallam menjadi hakim ummat ini, karena tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
  • Zamannya Nabi ‘Isa Alaihissallam adalah zaman yang penuh ketenangan, keamanan dan keselamatan. Allah mengirimkan hujan yang deras, menjadikan bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Harta berlimpah serta dihilangkan sifat-sifat iri, benci, dan dengki. 
  • Lamanya Nabi ‘Isa Alaihissallam tinggal di bumi adalah selama 40 tahun. 
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Hibban, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

فَيَمْكُثُ فِي اْلأَرْضِ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً إِمَامًا عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطًا. 

Artinya : “Beliau tinggal di bumi selama 40 tahun sebagai imam yang adil dan hakim yang bijaksana.” 

7. Gerhana, di timur 

Selain terjadinya guncangan di seluruh penjuru Bumi, salah satu tanda kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat. Para ilmuwan menyadari bahwa jumlah hari dalam setahun menurun dari waktu ke waktu dan menemukan bahwa satu-satunya penjelasan dari penurunan ini adalah penurunan kecepatan rotasi Bumi pada porosnya di depan matahari. 

Proyeksi grafik masa depan dari proses penurunan kecepatan rotasi Bumi mengungkapkan bahwa proses ini akan memaksa Bumi berputar pada arah yang berlawanan dari timur ke barat. Ini adalah salah satu tanda-tanda kiamat besar, seperti nubuat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 

Rasulullah bersabda, "Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya". 

8. Gerhana di barat 

Ayat Alquran telah mengungkap mengenai peristiwa kiamat tersebut. "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya," Surah Az-Zalzalah Ayat 1-2. 

Kata az-Zalzalah (guncangan yang dahsyat) adalah ism masdar (bentuk kata benda) dari zalzala - yuzalzilu - zalzalatan, yang mengguncangkan. Dengan demikian, az-zalzalah berarti guncangan. 

Karena penyebutannya dalam Surah az-Zalzalah diikuti oleh maf'ul mutlaq, maka kata ini dimaknai sebagai guncangan hebat yang terjadi di seluruh penjuru Bumi. 

9. Gerhana di jazirah Arab 

kembalinya Semenanjung Arab sebagai wilayah yang hijau dengan air sungai mengalir deras. Penegasan ini sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA. 

Menurut Imam al-Qurthubi, kembalinya hamparan hijau Semenanjung Arab tersebut karena, Bangsa Arab telah beralih profesi menjadi para peladang dan pekebun. Berbeda dengan sejarah mereka di masa lampau yang terkenal dengan para penakluk. 

Kedua, degradasi Bangsa Arab. Degradasi ini pada dasarnya lebih kepada moralitas dan mentalitas Bangsa Arab. Penegasan tersebut disampaikan Imam as-Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir, Rasulullah SAW pernah bersabda,”Di antara (tanda) dekatnya kiamat adalah rusaknya bangsa Arab.” 

Ketiga, gerhana bulan yang muncul di Semenanjung Arab, dan munculnya bara api di Yaman yang mengantarkan penduduknya hingga ke Padang Mahsyar. Riwayat lain menyebutkan, api tersebut keluar dari Aden. Hadis ini antara lain diriwayatkan Muslim dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari. Riwayat lain juga menyebut api tersebut akan keluar dari kawasan Hijaz (Arab Saudi, kini). 

10. Adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring manusia menuju tempat berkumpul. 

munculnya api besar dari negeri Yaman. Ini sebagaimana yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Usaid Al Ghifary, bahwa Nabi melihat para shahabat dalam keadaan sedang menyebut-nyebut tentang hari kiamat, maka Rasulullah menyebutkan : إِنَّهَالَنْتَقُومَحَتَّىتَرَوْنَقَبْلَهَاعَشْرَآيَاتٍ “sesungguhnya hari kiamat itu tidak akan terjadi sampai kalian melihat terlebih dahulu sepuluh tanda” Kemudian beliau menyebutkan tanda-tanda tersebut, dan beliau menyatakan bahwa pertanda yang paling akhir muncul adalah keluarnya api besar dari negeri Yaman yang akan menggiring seluruh manusia ke mahsyar (tempat berkumpul) mereka. 

Namun pada hadits yang lain justru peristiwa ini disebutkan sebagai tanda kiamat yang paling pertama muncul. Dalam Shahih al-Bukhari shahabat Anas bin Malik bercerita tentang awal kedatangan Nabi ke Madinah. Abdullah bin Salam, yang ketika itu masih beragama Yahudi dan termasuk ulama mereka, saat mendengar kedatangan beliau, ia menemui Rasulullah untuk menguji kebenaran risalah yang beliau bawa. Dia bertanya kepada Rasulullah tentang tiga perkara yang tidak akan bisa menjawabnya kecuali seorang nabi. Maka beliau pun menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan jawaban yang telah diwahyukan Jibril kepada beliau. 

Di antara pertanyaan tersebut adalah: apakah tanda kiamat yang paling pertama terjadi? Maka jawaban beliau: 

أَمَّاأَوَّلُأَشْرَاطِالسَّاعَةِفَنَارٌتَحْشُرُالنَّاسَمِنْالْمَشْرِقِإِلَىالْمَغْرِبِ 

Artinya : “Adapun tanda kiamat yang pertama adalah api yang akan menggiring manusia dari arah timur ke arah barat” 

Peristiwa keluarnya api ini dianggap sebagai tanda kiamat terakhir karena apabila dibandingkan dengan semua tanda-tanda kiamat besar yang disebutkan Rasulullah pada hadits tersebut, maka tanda ini adalah tanda terakhir. Namun dianggap sebagai tanda hari kiamat pertama ditilik dari kenyataan bahwa setelah berakhirnya peristiwa ini tidaklah tersisa dari kehidupan dunia sedikit pun, bahkan yang akan terjadi setelahnya adalah peniupan sangkakala yang menunjukkan akhir dunia. Maka peristiwa ini menunjukkan awal terjadinya kiamat (kehancuran alam). 

Ada juga hadits-hadits lain yang cerita soal tanda-tanda kiamat kubra seperti dikutip dari buku Al-Lu'lu' Wal Marjan karya Muhammad Fuad Abdul Baqi. Berikut ini antara lain tanda tanda kiamat. 

1. Muncul Api dari Tanah Hijaz 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam Hadits Bukhori, Rasulullah bersabda: 

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى 

Artinya : "Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher Onta di Bushra," (HR. Bukhari 7118 & Muslim 2902) 

Bushro adalah sebuah kota terkenal yang ada di wilayah Syam, Kota Hauran. Jarak antara kota ini dan Damaskus sekitar tiga marhalah. 

2. Sungai Efrat Keluar Gunung Emas 

Tanda lainnya seperti diriwayatkan Abu Hurairah dalam Hadits Muslim, Rasulullah bersabda: 

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat." 

3. Munculnya 30 Dajjal mengaku Nabi Palsu 

Diriwayatkan dalam Hadist Muslim, berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: 

"Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah.". 

Itulah tanda-tanda akan datangnya hari kiamat berdasarkan Rasulullah SWT seperti diriwayatkan dalam sejumlah hadits. Mengenai kepastian datangnya hari kiamat tersebyut, hanya Allah SWT yang tahu. Tugasnya kita sebagai umat yang beriman yang bisa mempersiapkan diri dengan car menjalankan perintahnya dan menjauhkan diri dari larangan-nya. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Kapan Kiamat Akan Datang?, Inilah Tanda-tandanya Menurut Rasulullah SAW"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel