Tempat Tidur Box Bayi Desain Eropa Aman Pilihan Ibu Hamil, Claire et Agnés & Luniklo

Tempat Tidur Box Bayi Desain Eropa Aman Pilihan Ibu Hamil, Claire et Agnés & Luniklo – Memiliki buah hati tentunya idaman bagi setiap...

Benarkah Menikahi Janda Itu Lebih Berkah Dari Gadis?, Ini Penjelasannya

Perkara jodoh seseorang memang tidak ada yang mengetahuinya, hanya Allah SWT yang maha tahu. Manusia hanya mampu memilih dan berencana ingin menikah dengan siapa, namun tetap saja Allah SWT yang menjadi penentunya. Entah itu ia menikah dengan seorang gadis atau pun janda, itu sudah menjadi takdir jodohnya dari ketentuan Allah SWT. 
Benarkah Menikahi Janda Itu Lebih Berkah Dari Gadis?, Ini Penjelasannya

Nah, Berbicara mengenai menikahi gadis atau janda, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan banyak orang, benarkah menikahi janda itu lebih berkah daripada seorang gadis?. Untuk menjawab pertanyaan itu, simak penjelasannya dibawah ini : 

Mengenai keberkahan menikahi wanita, berlaku baik menikahi janda maupun gadis. Dalam al-Quran Surat An-Nur Ayat 32, Allah SWT menjanjikan kecukupan untuk mereka yang menikah, Yang berbunyi : 

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ 


Artinya : “Kawinkanlah orang-orang yang masih lajang diantara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari budak-budak lelaki dan budak-budak perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”. (QS. an-Nur: 32). 

Dalam hadist Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, 

ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ 


Artinya : “Ada 3 orang yang dijamin oleh Allah untuk membantunya: Mujahid fi sabilillah, orang yang menikah karena menjaga kehormatan dirinya, dan budak yang hendak menebus dirinya untuk merdeka.” (HR. Nasa’i no. 3133, Turmudzi no. 1756 dan dihasankan al-Albani). 

Dan ini berlaku umum untuk semua pernikahan, baik menikahi gadis maupun janda. Sebagaimana dinyatakan oleh A’isyah r.a, 

تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ يَأتِينَكُم بِالأَمْوَالِ 


Artinya : “Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian”. (HR. Hakim 2679 dan dinilai ad-Dzahabi sesuai syarat Bukhari dan Muslim). 

Namun menikahi janda ada keutamaan khusus bagi orang yang menafkahinya. Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, 

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ 


Artinya : “Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fi Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari”. (HR. Bukhari 6006 & Muslim 7659) 

Pahala yang luar biasa, dan kesempatan bagi siapapun yang saat ini bercita-cita ingin mendapatkan pahala jihad, maka menikahi janda salah satu jawabannya. Semoga bisa dikumpulkan bersama para mujahidin. Ibnu Batthal dalam syarh Shahih Bukhari mengatakan, 

من عَجَز عن الجهاد في سبيل الله، وعن قيام الليل، وصيام النهار – فليعملْ بهذا الحديث، ولْيسعَ على الأرامل والمساكين؛ لِيُحشر يومَ القيامة في جملة المجاهدين في سبيل الله، دون أن يَخطو في ذلك خُطوة، أو يُنفق درهمًا، أو يلقى عدوًّا يرتاعُ بلقائه، أو ليحشر في زُمرة الصائمين والقائمين 


Artinya : “Siapa yang tidak mampu berjihad di jalan Allah, tidak mampu rajin tahajud atau puasa di siang hari, hendaknya dia praktekkan hadis ini. Berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fi Sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud”. (Syarh Shahih Bukhari – Ibnu Batthal, ) 

Hadist di atas memotivasi untuk menafkahi janda, bukan menikahi janda. Meskipun bisa juga amal baik seorang lelaki ditunjukkan dalam bentuk menikahi janda. Dan jika janda ini dinikahi maka statusnya bukan lagi janda. Akan tetapi hadis ini menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan janda. Terutama janda tua yang tidak memiliki keluarga yang bisa memenuhi kebutuhannya. An-Nawawi mengatakan, 

المراد بالساعي الكاسب لهما العامل لمؤنتهما 


Artinya : “Yang dimaksud “berusaha memenuhi nafkah” artinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan nafkah janda. (Syarh Shahih Muslim, 18/112). 

Lalu apa saja keutamaan, mengapa menikahi janda itu lebih baik daripada gadis, inilah penjelasannya : 

1. Menikahi Janda Yang Mempunyai Anak Yatim 

Seorang anak yatim yang ditinggalkan oleh ayah karena meninggal dunia merupakan kategori yang wajib kita tolong. Berarti kewajiban pertama adalah menikahi ibunya yang janda terlebih dahulu agar bisa menggantikan kedudukan suami untuk menafkahi keluarga. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang dijelaskan oleh Sahl ibnu Sa’ad berdasarkan sabda dari Rasulullah SAW yang berbunyi : 

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya”. (HR. Bukhari no. 5304). 

2. Menikahi Janda Karena Meneladani Rasulullah SAW 

Tentu anda sebagai umat muslim sudah tau mengenai riwayat dari seorang Rasulullah Saw sendiri, beliau juga memutuskan untuk menikah dengan seorang janda. Apabila pilihan seperti ini dinilai sebagai tindakan yang baik, maka Insya Allah menikahi seorang janda bagi umat seperti kita pun bisa dinilai sebagai suatu kebaikan. 

3. Menikahi Janda Adalah Anugrah 

Pilihan menikahi seorang janda bisa dikategorikan ke dalam tindakan yang akan membawa berkah dan juga anugerah bagi kita. Apalagi jika niatnya karena Allah untuk melindungi janda tersebut dari fitnah atau pun hal – hal buruk lainnya yang mungkin bisa terjadi. Menurut penjelasan yang diutarakan oleh Abu Hurairah berdasarkan sabda Rasulullah SAW : 

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.” (HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982) 

4. Menikahi Janda Akan Mendapat Pahala 

Tindakan baik yang bisa mendatangkan pahala salah satunya ialah dengan menikahi janda. Yang terpenting adalah niat anda ingin melindungi dan menafkahinya karena Allah SWT. Maka Allah SWT akan memberikan pahalanya karena niat baik tersebut. Hal ini juga dijelaskan dalam hadits berdasarkan sabda Rasulullah SAW, penjelasannya sebagai berikut : 

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini. Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya”. (HR. Bukhari no. 5304). 

5. Menikahi Janda Tentunya Akan Lebih Berpengalaman 

Tentu saja jika seseorang sudah dipanggil dengan sebutan janda, berarti dirinya sudah pernah menikah sehingga secara otomatis mempunyai pengalaman yang cukup dalam hal pernikahan dan juga rumah tangga. Banyak hal yang sudah ia lewati dan rasakan seperti halnya manis, asam dan pahitnya dalam membina rumah tangga. 

Dengan proses dan jalan panjang yang sudah ia lewati sampai menjadi seorang janda, tentunya akan banyak memperoleh pelajaran dari pernikahan yang ia jalani sebelumnya. Selanjutnya ia akan bertindak lebih berhati-hati dan memikirkan segala sesuatu dengan baik dalam menghadapi masalah yang ada di dalam rumah tangga. 

Selain itu, sebagai seorang janda pasti akan mempunyai pengalaman yang cukup memadai khususnya dalam hal mengurus anak, mengurus pekerjaan rumah dan juga yang paling penting adalah bagaimana cara menyenangkan hati seorang suami. 

6. Menikahi Janda Akan Menambah Semangat 

Apabila dalam suatu pernikahan yang dijalani sebelumnya gagal dan menjadikan seseorang menjadi janda, tentunya saat dihadapkan dengan pernikahan yang selanjutnya akan timbul semangat baru darinya. 

7. Menikahi Janda Pastinya Lebih Dewasa 

Dengan pengalaman yang sudah pernah dirasakan oleh seorang janda, pastinya ia sudah bisa berfikir dengan dewasa dan sangat berhati – hati dalam bertutur kata, bertindak serta memutuskan sesuatu hal yang berhubungan dengan rumah tangga. 

8. Menikahi Janda Demi Kebaikan Bersama 

“Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah SAW. Lalu aku bertemu dengan Nabi SAW, beliau pun bertanya, 

“Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” 

Ia menjawab, “Iya sudah.” 

“Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasulullah SAW. 

Aku pun menjawab, “Janda.” 

Rasul SAW mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” 

Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasulullah SAW bersabda, 

“Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715) 

9. Menikahi Janda Bisa Menjadi Sumber Rejeki 

Dengan menikahi seorang janda dengan niat yang baik karena ingin mengangkat derajatnya agar tidak diremehkan orang lain termasuk perilaku yang terpuji. Insya Allah nanti akan diganti dengan banyak kebaikan dari Allah tanpa terkecuali diberikan rejeki yang cukup. 

“Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian”. (HR. Hakim 2679 dan dinilai ad-Dzahabi sesuai syarat Bukhari dan Muslim). 

10. Menolong Janda Bisa Menjadi Sumber Keberkahan 

Hal ini dijelaskan di dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 32 : 

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ 


Artinya : “Kawinkanlah orang-orang yang masih lajang diantara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari budak-budak lelaki dan budak-budak perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”. (QS. an-Nur: 32) 

11. Menolong Janda Untuk Menjaga Kehormatannya 

“Ada 3 orang yang dijamin oleh Allah untuk membantunya: Mujahid fi sabilillah, orang yang menikah karena menjaga kehormatan dirinya, dan budak yang hendak menebus dirinya untuk merdeka.” (HR. Nasa’i no. 3133, Turmudzi no. 1756 dan dihasankan al-Albani). 

12. Menikahi Janda Akan Mengajarkan Bagaimana Bertanggung Jawab 

Sebagai umat muslim yang taat, pastinya akan melakukan hal – hal baik yang bisa membantu sesama demi kebaikan bersama. Tanpa terkecuali dengan menikahi janda. Dengan menikahi seorang janda anda akan menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab karena harus bisa memberikan suasana rumah tangga yang lebih baik dari suami sebelumnya. 

13. Menikahi Janda Adalah Kewajiban Untuk Membimbingnya 

Menikahi janda yang sholeh tentunya akan bisa menjadikan diri kita menjadi lebih baik. Selain itu jika diri kita sudah menjadi lebih baik, maka selanjutnya kita berkewajiban untuk membimbingnya ke jalan yang selalu diridhai oleh Allah. 

14. Menikahi Janda Akan Memunculkan Rasa Peduli Antar Sesama Umat 

Dengan kita mengambil keputusan untuk menikahi seseorang yang menyandang status janda, secara tidak langsung akan memunculkan rasa kepedulian antar sesama untuk membantu merubah kehidupannya agar menjadi lebih baik. 

15. Menikahi Janda Bisa Menjadikan Kita Lebih Sabar 

Paradigma si masyarakat mengenai janda pada umumnya adaah cenderung mengarah ke hal yang negatif. Orang yang menikahi seorang janda kebanyakan dijadikan sebagai bahan gunjingan dan olok-olokan orang lain. Nah hal ini tentunya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih sabar. 

16. Menikahi Janda Bisa Akan Sedikit Meringankan Bebannya 

Seorang janda kebanyakan akan merasakan kesedihan apabila dijadikan sebagai bahan pembicaraan orang lain. Terlebih lagi jika pembicaraannya dalam hal yang negatit. Tentunya akan menambah beban bagi seorang janda tersebut. Dengan menikahi janda dalam hal ini, berarti kita bisa membantu mengurangi beban yang tengah ditanggungnya itu. 

17. Menikahi Janda Membuat Kita Tau Apa Arti Hidup 

Saling membantu, saling berbagi kebahagiaan, saling berbagi beban, saling melindungi merupakan salah satu cara untuk menikmati hidup. Secara tidak langsung dengan kita menikahi janda akan timbul rasa syukur dan tau apa arti hidup yang sebenarnya karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. 

Itulah penjelasannya mengenai keutamaan menikahi janda daripada gadis. Namun dalam hal ini tentunya tidak ada aturan yang mewajibkan seseorang harus menikahi janda, karena siapapun jodohnya tentunya sudah menjadi takdir hidupnya yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Menikahi Janda Itu Lebih Berkah Dari Gadis?, Ini Penjelasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel