Tempat Tidur Box Bayi Desain Eropa Aman Pilihan Ibu Hamil, Claire et Agnés & Luniklo

Tempat Tidur Box Bayi Desain Eropa Aman Pilihan Ibu Hamil, Claire et Agnés & Luniklo – Memiliki buah hati tentunya idaman bagi setiap...

Benarkah Nasi Bisa Menangis Ketika Dibuang, Ini Jawabannya

Saat kita masih kecil dulu, tentunya kita pernah mendengar perkataan orang tua kita, nenek dan kakek kita, guru kita bahwa nasi jangan di buang karena akan menangis jika tidak dimakan. Perkataan tersebut tentu bukannya tanpa makna mereka ingatkan kepada kita. Namun Nasi adalah salah satu jenis makanan yang telah melalui proses panjang oleh para petani untuk sampai ke piring kita. Dari mulai buat bibit padi, tanam sampai panen, dari panen sampai dimasak. Siapa yang tidak menangis jika setelah melalui proses yang sangat panjang itu akhirnya disia-siakan oleh kita, apalagi dibuang begitu saja. 
Benarkah Nasi Bisa Menangis Ketika Dibuang, Ini Jawabannya

Biasanya, orang tua dulu kalau nasinya tak habis dimakan, mereka berusaha untuk tidak membuangnya. Mereka menjemurnya sampai kering yang kemudian berubah nama menjadi nasi aking/gaking. Aking dapat dijual sebagai pakan unggas. Atau jika nasi itu masih baik alias tidak basi ketika dikeringkan, dapat digoreng menjadi keripik. Dengan begitu makanan tetap dapat bermanfaat. 

Mengutip dari sebuah cerita zaman dahulu dari Ibnu Abi Syaibah menceritakan bahwa “ada sebuah penduduk desa yang Allah SWT beri kelapangan dalam masalah rezeki. Sampai mereka melakukan istinjak dengan roti. Akhirnya Allah kirimkan penyakit lapar hingga mereka makan makanan yang mereka duduki.” 

Lalu, Benarkah Nasi akan menangis ketika dibuang?, Berikut Alasannya : 

Setiap hari kita pasti mengkonsumsi makanan sebagai cara untuk memberi nutrisi pada tubuh, sehingga dapat melakukan aktivias sehari-hari. Makanan juga menjadi syarat wajib dalam setiap upacara perayaan atau peringatan. Namun, seringkali makanan sisa perayaan tersebut dibuang begitu saja. Tak jarang pula seseorang menyia-nyiakan makanan dengan alasan tidak dapat menghabiskannya atau makanan itu tidak enak. 

Laporan badan pangan PBB, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) tahun 2019 menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 13 juta ton sampah makanan setiap tahunnya. Sampah makanan tersebut kebanyakan berasal dari usaha katering, ritel, dan restoran. 

Bahkan pada 2016 Indonesia tercatat sebagai negara kedua setelah Arab Saudi sebagai penghasil sampah makanan terbanyak di dunia. Hal tersebut sangatlah ironi mengingat masih ada sekitar 22 juta masyarakat Indonesia masih menderita kelaparan.

Fenomena ini tentu harus disikapi dengan mengubah pola konsumsi yang selama ini menyebabkan makanan terbuang sia-sia. Seandainya kita mengambil makan untuk diri sendiri, kita harus dapat mengira-ngira seberapa porsi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Dalam hal ini Nabi pernah memberi nasihat bahwa kita harus makan dan minum secukupnya dan tidak berlebihan. 

حدثنا أبو المغيرة قال حدثنا سليمان بن سليم الكناني قال حدثنا يحيى بن جابر الطائي قال سمعت المقدام بن معدي كرب الكندي قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما ملأ ابن آدم وعاء شرا من بطن حسب ابن آدم أكلات يقمن صلبه فإن كان لا محالة فثلث طعام وثلث شراب وثلث لنفسه 


Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah berkata : telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Sulaim Al Kinani berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya bin Jabir Ath Tha`i berkata: saya telah mendengar Al Miqdam bin Ma’di Karib Al kindi berkata: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: 

“Tidaklah anak Adam mengisi tempat yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suap yang dapat menegakkan tulang rusuknya. Jika hal itu tidak mungkin maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk bernafas.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi). 

Selain itu penting sekali bagi kita untuk peduli terhadap orang-orang yang kekurangan dan kelaparan. Dalam sebuah hadits shahih yang cukup panjang, memuat pesan bahwa Nabi menganjurkan umatnya untuk memberi makan orang lain yang kelaparan selagi mampu. 

Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Aiman dari Ayahnya dia berkata: aku pernah menemui Jabir radliyallahu ‘anhu dia berkata: Nabi SAW bersabda: 

"Makanlah engkau (maksudnya isteri Jabir) dan kalau bisa, hadiahkanlah kepada yang lain, sebab banyak orang-orang yang masih kelaparan.” (Shahih Bukhari). 

Dengan demikian kita semua harus menghargai makanan yang sampai kepada kita karena itu merupakan bagian dari rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Jangan sampai kita menyisakan makanan hanya karena tidak menyukai makanan tersebut. Sebab Allah SWT bisa mencabut rezeki kita kapan saja, hingga kita menyesali perbuatan menyia-nyiakan makanan tersebut. 

Hasan al Bashri menceritakan hukuman Allah yang ditujukan pada masyarakat yang tidak pernah menghargai makanan: “Ada sebuah penduduk desa yang Allah beri kelapangan dalam masalah rezeki. Sampai mereka melakukan istinjak dengan roti. Akhirnya Allah kirimkan penyakit lapar hingga mereka makan makanan yang mereka duduki.” (Ibnu Abi Syaibah). 

Itulah alasannya kenapa kita tidak boleh membuang nasi dan jenis makanan lainnya. Ingat, kita bersyukur masih bisa makan, masih bisa pilih makanan, namun masih banyak saudara kita diluar sana yang sulit mendapatkan makanan. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Nasi Bisa Menangis Ketika Dibuang, Ini Jawabannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel