Kisah Haru Rasulullah SAW Menahan Rasa Lapar Demi Umatnya

Bagaimana rasanya ketika perut lapar?, tentunya tidak enak dibawa kemana-mana dan tentunya membaut badan lemas. Namun hal itu pernah dirasakan oleh seorang pemimpin besar nan mulia, suri tauladan umat Islam yaitu baginda Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup. 
Kisah Haru Rasulullah SAW Menahan Rasa Lapar Demi Umatnya

Suatu hari Rasulullah SAW menjadi imam shalat dan perdengar bunyi gemeretek perut lapar itu, seolah-olah sendi-sendi pada tubuhnya kian bergeser. Tapi, apakah ini bunyi perut semata atau hal lain? Para sahabat pun berbisik usai sholat dan doa. 

Umar pun menghampiri beliau. ”Ya Rasulullah, begitu besar penderitaan engkau, apakah baginda sakit?” 

Rasulullah tersenyum dan menjawab singkat, ”Tidak. Alhamdulillah, tubuhku bugar.” 

Mendengar jawaban ini Umar tidak puas, ”Tapi, mengapa setiap kali menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan? Kami yakin baginda sakit.” 

Rasululllah melihat wajah para sahabat yang cemas. Beliau pun mengangkat jubahnya. 

Sontak, alangkah terkejutnya para sahabat. Ternyata perut Rasulullah yang kempis itu, kelihatan dililiti sehelai kain dan berisikan batu kerikil. Batu kerikil itu digunakan untuk menahan rasa lapar. Ternyata, gesekan antar batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh beliau gerak. 

”Ya Rasulullah! Kenapa baginda tidak memberi tahu kami. Baginda lapar dan tidak punya makanan. Masak kami tinggal diam? Maafkan kami,” Umar pun menangis. 

Rasulullah pun tersenyum dan menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, segalanya bakal kalian korbankan untukku, untuk agamamu ini. Tapi, bagaimana aku harus tanggung jawab nanti ke Allah jika aku hanya jadi beban untuk kaliaan. Masak aku pemimpin dan aku bakal jadi beban untuk umatnya?” 

Para sahabat hanya tertegun. Tampak beberapa sahabat menitikkan air mata. 

”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah SWT buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih di Akhirat kelak,” tutup beliau. 

Kerinduan kehadiran Rasulullah SAW tentunya sangat dirindukan oleh umat muslim. Untuk itulah semoga kelak kita dipertemukan oleh Allah SWT dengan beliau di surga kelak dengan selalu bersholawat kepadanya dan mengikuti sunnah beliau. Sholat yang diajarkan oleh apra guru kita tentunya banyak seklai dan tinggal pilih dan mudah dihafalkan. Sementara sunnah dari Rasulullah SAW diantaranya : 

Selain mengerjakan ibadah-ibadah wajib, kita juga harus menambahnya dengan amalan-amalan sunnah, terutama sunnah harian Rasulullah SAW untuk memperbanyak kebaikan dan pahala sebagai bekal untuk di akhirat kelak. 

Dari Amr Bin Auf bin Zaid Al Muzani RA, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun. ( HR Ibnu Majah:209). 

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan besar bagi seorang hamba yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Di antara sekian banyak sunnah terdapat 7 sunnah harian yang senantiasa Rasulullah SAW laksanakan. 7 sunnah harian Rasulullah tersebut adalah sebagai berikut: 

Sholat Tahajud 

Sholat tahajud (shalat tahajud) merupakan sholat yang dilakukan pada malam hari. Sholat ini dapat dikerjakan kapan pun asalkan dalam kurun waktu setelah isya sampai sebelum masuknya waktu subuh. Namun, waktu yang sangat dianjurkan untuk mengerjakan sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir. Dengan mengerjakan sholat tahajud maka akan ada banyak manfaat yang kita dapatkan nantinya. 

Ummar bin Khattab meriwayatkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan sholat malam (tahajud) dan ia membaguskan sholatnya (lebih khusyu) maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan perkara, lima perkara di dunia dan empat perkara di akhirat”. 5 perkara di dunia tersebut adalah: 

Membaca Al-Quran dan Terjemahannya 

Al-Quran merupakan kitab suci terkahir yang diturunkan Allah SWT untuk menjadi sumber utama pedoman seluruh umat islam dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Maka kita sebagai umat islam harus senantiasa membacanya. Namun, tidak hanya membacanya kita juga diharuskan untuk memahami, menghayati serta mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. 

Memakmurkan Masjid 

Pahala bagi orang yang sholat berjamaah lebih besar, terutama jika dilakukan di masjid. Secara syariah, sholat jamaah berarti sholat bersama-sama dengan salah seorang bertugas sebagai imam sedangkan sisanya menjadi makmum. Sholat orang yang berjamaah 27 derajat lebih baik dari orang yang sholat sendirian. 

Sholat Dhuha 

Sholat dhuha dapat dilakukan sedikitnya dua rakaat. Waktu pelaksanaan sholat ini dapat dimulai dari 20 menit setelah matahari mulai terbit hingga 15 menit sebelum memasuki waktu dhuhur. Banyak keutamaan bagi seorang musllim yang rutin melaksanakannya, salah satunya adalah mendatangkan riziki dari Allah SWT. Selain itu, dengan rutin melaksanakan sholat ini seorang muslim akan dimudahkan segala urusannya, wajahnya terlihat lebih bercahaya, serta digugurkan dosa-dosanya. 

Bersedekah 

7 sunnah harian Rasulullah SAW yang selanjutnya adalah sedekah. Umumnya kita mengetahui sedekah merupakan tindakan memberi sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan. Namun, tidak selamanya sedekah harus berupa uang atau benda. Menyapa orang dengan tersenyum dan wajah berseri-seri, menyingkirkan sampah atau duri dijalan, membantu orang lain yang kesusahan itu juga termasuk sedekah. 

Menjaga Wudhu 

Diantara sekian banyak sunnah Rasulullah SAW yanng dimuliakan salah satunya adalah senantiasa menjaga wudhu. Rasulullah SAW senantiasa menjaga dirinya untuk selalu dalam keadaan berwudhu. Berwudhu tidak hanya sebatas membersihkan diri dari segala macam hadast kecil yang ada pada diri, namun juga menjadi salah satu untuk sarana untuk pengampunan dosa sekaligus untuk meberikan syafaat di akhirat kelak. Selain itu, jika berwudhu sebelum tidur akan didoakan malaikat agar diampuni segala dosa-dosanya. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (Berwudhu) maka malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci”. (H.R. Ibnu Hibban dan Ibnu Umar r.a.). 

Senantiasa membaca Istighfar 

Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada umatnya untuk memperbanyak istighfar, karena manusia tidaklah luput dari kesalahan dan dosa, sehingga membaca istighfar harus senantiasa dilakukan dan dijaga setiap saat. Dari Abu Hurairah r.a., ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali”. (HR. Bukhari no. 6307). Jika Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga masih senantiasa beristighfar, bagaimana dengan kita? 

Sebagai umat Nabi muhammad SAW mari kita hidupkan sunnah-sunnah dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat untuk ktia semua, terima kasih.

1 Komentar untuk "Kisah Haru Rasulullah SAW Menahan Rasa Lapar Demi Umatnya"

  1. Menginspirasi sekali kisah/perbuatan Rasulullah SAW ni, mudah2 an bisa kita renungkan dan kita jadikan suri tauladan dlm kehidupan kita..

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel