3 Kunci Menyiapkan Diri Menghadapi Kematian, Apa Saja?

Kematian tentunya akan datang kepada siapapun yang hidup dimuka bumi, termasuk manusia itu sendiri. Kematian pada manusia disebut dengan ajal. Ketika ajal sudah datang, maka sudah saatnya ia harus pulang atau kembali ke penciptanya untuk mempertangungjawabkan segala hal yang ia lakukan ketika hidup diatas dunia ini dan kehidupan berikut ada dua tempat yang Allah SWT sediakan yaitu Surga dan neraka. Bagi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT maka akan mendapatkan hidup disurga, dan sebaliknya bagi mereka yang ingkar, maka mereka hidup di negeri neraka. 

3 Kunci Menyiapkan Diri Hadapi Kematian, Apa Saja?

Kematian pasti akan dialami oleh siapapun, dan kematian bisa datang kapan saja dan hanya Allah SWT yang maha mengetahui, kapan waktunya itu tiba. Namun dengan begitu, Banyak sekali manusia lalai memanfaatkan waktunya di dunia, sehingga ketika meninggal, ia tidak membawa amalan cukup untuk menghadap Allah SWT. Kematian bukan hal yang harus dicemasi, karena ia sudah pasti datang. Namun, sebelum ajal menjemput, siapkan diri sebaik mungkin. 

Menurut Pendakwah Ustadz Taufiqurrahman dalam program Cahaya Hati di iNews TV menjelaskan hal-hal yang harus disiapkan menghadapi kematian, sebagai berikut: 

1. Tingkatkan Iman 

Percaya bahwa keberadaan Allah SWT adalah keyakinan yang harus ditanamkan pada setiap jiwa manusia. Dengannya, kunci keselamatan dunia dan akhirat akan terjamin. Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan bahwa orang yang benar-benar beriman memiliki tiga syarat. 

"Pertama, menanamkan keyakinan dalam hati. Kedua, membuktikan secara lisan. Ketiga, membuktikan secara perbuatan," katanya. 

Iman tidak perlu diperlihatkan kepada khalayak, cukup buktikan dengan perbuatan. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah an-Nur 51 : 

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 


Artinya : "Hanya ucapan orang - orang Mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat." Dan mereka itulah orang - orang yang beruntung." 

Allah SWT telah menjelaskan bahwa orang yang benar-benar beriman, ketika ada seruan tentang keagamaan dan perbuatan kebajikan, maka mereka akan segera melaksanakan. 

"Terkadang, anak muda zaman now yang imannya kurang matang. Depannya sama, sami'na yaitu kami dengar, lalu wa pikir-pikir dulu. Kebanyakan mikir sehingga amalan tersebut terlewatkan," ujar Taufiqurrahman. 

2. Tanamkan Ilmu 

Segala sesuatu jika sudah mempunyai ilmunya, insya Allah lancar. Dalam suatu kisah yang diriwayatkan oleh Imam At-Turmudzi, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Adapun orang yang berhasil, yang selalu mengintropeksi diri, dan mempersiapkan bekal sebelum datangnya ajal." 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan, ada enam hal yang harus dijaga oleh seorang muslim. 

Pertama, jangan remehkan sholat lima waktu karena itu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim. 

Kedua, perbanyak bacaan Alquran karena kelak akan memberikan syafaat bagi orang yang sering membacanya. 

Ketiga, selain puasa Ramadhan, perbanyaklah puasa sunah karena dapat mencegah diri dari perbuatan mungkar. 

Keempat, sedekah jariyah jangan dilewatkan. Karena, meskipun manusia telah tiada tetapi ia tetap mendapatkan pahala sebab hal jariyahnya tersebut. 

Kelima, jagalah silaturahim karena Allah mencintai hambaNya yang tidak memutus tali silaturahim. Keenam, perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad agar mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. 

3. Tetaplah Istiqamah 

Menjadi muslimin yang istiqamah sangatlah berat. Sebab, banyak godaan yang hadir disaat manusia hendak teguh pada pendiriannya. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Fushshilat (41) : 30 – 32 : 

{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32) } 


Artinya : 30. “Sesungguhnya orang - orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat - malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takit dan janganglah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. 

31. Kami-lah Pelindung - pelindung-mu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. 

32. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” 

Tiga kunci persiapan sebelum ajal menjemput dapat diterapkan oleh seluruh manusia. Semua pasti ingin kembali kepada Allah dalam keadaan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT selalu meneguhkan hati manusia agar berada di jalan yang lurus. 

Semoga ulasan diatas dapat memberikan manfaat kita dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung agar bisa hidup Bahagia di akhirat kelak dengan memasuki surganya Allah SWT, Amin.

Belum ada Komentar untuk "3 Kunci Menyiapkan Diri Menghadapi Kematian, Apa Saja?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel