Inilah Dosa Bagi Pelaku Masturbasi Atau Onani

Masturbasi atau onani merupakan istilah yang dinobatkan kepada seseorang wanit atau pun pria yang sering memainkan kemaluan sendiri untuk kepuasan hasrat seksual merupakan salah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Sebab hal ini akan mendatangkan kemudharatan, dan dilaknat oleh Allah SWT. 
Inilah Dosa Bagi Pelaku Masturbasi Atau Onani

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’minin ayat 1-7 : 

قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ 
الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ 
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَنِ اللَّغۡوِ مُعۡرِضُوۡنَۙ 
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوۡنَۙ 
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ 
اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَ 
فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ 
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِاَمٰنٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَاعُوۡنَ 


Artinya : “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka ituIah orang-orang yang melampaui batas. ” (Q.S. al Mu‘minin: 1-7). 

Dikutip dari buku “Bimbingan Seks Lengkap Bagi Kaum Muslimin” karya Dr. Hassan Hathout, larangan mastrubasi atau mengawini kemaluan diri sendiri juga dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu Allah SWT berfirman : 

قُلْ لِلْمُؤْمِنينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصارِهِمْ وَ يَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذلِكَ أَزْكى‏ لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبيرٌ بِما يَصْنَعُونَ 
وَ قُلْ لِلْمُؤْمِناتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ ما ظَهَرَ مِنْها وَ لْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلى‏ جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبائِهِنَّ أَوْ آباءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنائِهِنَّ أَوْ أَبْناءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني‏ إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني‏ أَخَواتِهِنَّ أَوْ نِسائِهِنَّ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُنَّ أَوِ التَّابِعينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلى‏ عَوْراتِ النِّساءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ ما يُخْفينَ مِنْ زينَتِهِنَّ وَ تُوبُوا إِلَى اللهِ جَميعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 


Artinya “Katakanlah kepada 0rang-0rang beriman (laki-laki) itu, supaya mereka menekurkan sebahagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian adalah lebih bersih bagi mereka, Sesungguhnya Tuhan Allah lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan katakan pula kepada 0rang- orang yang beriman (perempuan) supaya mereka pun , menekurkan pula sebahagian pandang mereka dan memelihara kemaluan mereka. Dan janganlan mereka perlihatkan perhiasan mereka kecuali kepada yang zahir saja. Dan hendaklah mereka menutup dada mereka dengan selendang. Dan janganlah mereka nampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka sendiri atau kepada ayah mereka , atau bapa dari suami mereka, atau anak mereka sendiri, atau anak-anak dan suami mereka (anak tin) atau saudara laki-laki mereka , atau anak dari saudara laki-laki mereka , atau anak dan saudara perempuan mereka, atau sesama mereka perempuan atau siapa-siapa yang dimiliki oleh tangan mereka, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum melihat aurat perempuan. Dan janganlah mereka hentak kan kaki mereka supaya diketahui orang perhiasan mereka yang tersembunyi. Dan taubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar supaya kamu mendapat kejayaan. ” (Q5. an Nur [24]: 30-31). 

Dalam suatu riwayat dikatakan, bahwa Allah SWT tidak akan melihat wajah beberapa jenis manusia pada Hari Kebangkitan, dan Dia akan berkata pada mereka, "Masuklah ke neraka bersama mereka yang masuk. 

Rasulullah SAW menjelaskan siapa mereka itu “Mereka adalah pasangan aktif dan pasangan pasif dalam homoseksualitas, orang-orang yang berhubungan seks dengan binatang, orang-orang yang mengawini seorang wanita dan anaknya dalam satu waktu, dan orang-orang yang secara teratur melakukan masturbasi, kecuali jlka mereka bertobat dan memperbaiki diri.” 

Dari Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menikah dengan tangannya (melakukan masturbasi) dikutuk.” 

Kemudian diriwayatkan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib suatu kali menghukum orang yang kedapatan melakukan masturbasi dengan memukul tangannya sampai merah. Ali pun kemudian mengatur perkawinannya dengan biaya pemerintah. 

Selain dikutuk, bagi seseorang yang melakukan manstrubasi juga tidak baik untuk kesehatan. Misalnya adalah melemahkan pandangan mata, mengganggu sitem pencernaan, menyebabkan sakit pada tulang belakang (punggung), hingga melemahkan daya tangkap otak. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya, khususnya sesuai dengan syariat Islam. Yakni dengan meniatkan diri karena Allah SWT, bertobat agar dijauhkan dari hal-hal laknat. Kemudian melakukan kegiatan-kegiatan positif, memperbanyak ibadah, memeriksakan diri ke psikiater atau ustadz sebagai pembimbing agamanya, dan menikah untuk menghidari zina. 

Semoga ulasan diatas dapat menyadarkan kita untuk menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT sehingga kita termasuk umat yang beriman dan bertaqwa yang akan selamat dunia dan akhirat kelak, terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Inilah Dosa Bagi Pelaku Masturbasi Atau Onani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel