Neraka Pertama Kali Dinyalakan Untuk Qori, Orang Dermawan, dan Orang Berjihad, Kok Bisa?

Di akhirat nanti, ada 3 golongan yang akan lebih terdahulu masuk ke dalam neraka yang Allah SWT siapkan. Siapakah 3 golongan manusia yang pertama masuk neraka tersebut?, Apakah orang kafir?, Apakah orang munafik?, Apakah orang yang berbuat zina?, Atau Orang yang musyrik?, Ternyata bukan salah satu dari mereka. Lalu siapa mereka?, simak penjelasannya tentang 3 golongan yang pertama kali masuk neraka dalam ulasan ini. 

Neraka Pertama Kali Dinyalakan Untuk Qori, Orang Dermawan, dan Orang Berjihad, Kok Bisa?

Tentang 3 golongan yang pertama kali mencicipi api neraka dimana Imam Muslim berkata : 

“Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib Al-Haritsi, dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Al-Haritsi, dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yusuf, dari Sulaiman bin Yasaar, dia (Sulaiman bin Yasaar) berkata, "Ketika orang-orang telah meninggalkan Abu Hurairah, maka berkatalah Naatil bin Qais al Hizamy Asy-Syamiy (seorang penduduk palestina dan beliau adalah seorang tabiin), Wahai Syaikh, ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang engkau telah dengar dari Rasulullah SAW. Ya, aku akan ceritakan, jawab Abu Hurairah.” 

Abu Hurairah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 

"Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah SWT. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah SWT bertanya kepadanya, Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Ia menjawab, Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid. 

Allah SWT berkata, Engkau dusta!, Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. 

Selanjutnya Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, 

"Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. 

Kemudian Allah SWT menanyakannya, Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu? Ia menjawab, Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena Engkau. Allah SWT berkata, Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka

Rasulullah SAW menceritakan orang selanjutnya yang pertama kali masuk neraka, 

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah SWT bertanya, Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?. 

Dia menjawab, Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau. Allah SWT berkata, Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka," (Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, dan derajadnya Shohih). 

Hadits di atas menjelaskan tentang ditolaknya suatu amal karena dilandasi dengan riya. Syarat pokok diterima suatu amal shalih adalah ikhlas karena Allah SWT semata, dan amal tersebut harus sesuai dengan contoh dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Inilah dua landasan amal yang diterima, ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW." 

Hadits di atas menjelaskan tentang adanya tiga golongan manusia yang dimasukkan ke dalam neraka dan tidak mendapat penolong selain Allah SWT. Mereka membawa amal yang besar, tetapi mereka melakukannya karena riya, ingin mendapatkan pujian dan sanjungan. Pelaku riya, kelak dihari pengadilan, wajahnya diseret secara tertelungkup sampai masuk ke dalam neraka. 

Di dalam suatu riwayat Abu Hurairah ra, Allah SWT Berfiriman : 

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ 
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 


Artinya : “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan .” (QS. Huud: 15-16) 

Untuk itulah, marilah kita senantiasa berusaha untuk meluruskan niat dalam setiap amal ibadah kita hanya kepada dan karena Allah SWT. Jangan pernah kita beramal karena riya atau mengharapkan pujian dan sanjungan dari siapapun diatas dunia ini sehingga amal ibadah kita tidak sia-sia nanti.

Belum ada Komentar untuk "Neraka Pertama Kali Dinyalakan Untuk Qori, Orang Dermawan, dan Orang Berjihad, Kok Bisa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel