SEVA Tempat Mobil Online Terpercaya, Jual Beli Mobil Aman Bebas Penipuan

SEVA Tempat Mobil Online Terpercaya, Jual Beli Mobil Aman Bebas Penipuan -  Masa pandemi covid-19 ini, tentunya aktivitas diluar rumah tent...

Ketika Imam Abu Daud Membeli Surga Hanya 1 Dirham

Perlu kita ketahui, Tentunya sebagian dari kita menyepelekan amalan yang kecil, padahal perbuatan itu bisa mendatangkan ridha Allah SWT hingga menjadi sebab seseorang masuk surga. Seperti kisah Imam Abu Dawud yang membuat takjub para penumpang perahu. Imam Abu Dawud (202-275 Hijriyah), salah seorang ulama perawi hadis, yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadis dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam Kitab Sunan Abu Dawud. Nama lengkapnya adalah Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani. Beliau wafat di Basrah Tahun 888 Masehi pada usia 73 tahun, ada yang menyebut 71 tahun. 

Ketika Imam Abu Daud Membeli Surga Hanya 1 Dirham

Ada satu kisah beliau yang sangat menarik ketika "membeli" surga dengan 1 Dirham. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Abdil Barr dengan sanad jayyid, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Kitab Fathul Bari syarh Shahih Bukhari. 

Berikut kisahnya diceritakan kembali oleh Al-Habib Quraish Baharun dalam satu tausiyahnya. Kisah ini mengajarkan kita tentang keutamaan menghidupkan Sunnah Nabi dan mendoakan kebaikan kepada orang lain. 

Imam Abu Dawud Rahimahullah pernah diseru oleh seorang penyeru, 

“Wahai orang-orang yang berada di perahu, sesungguhnya Abu Daud telah membeli surga dari Allah dengan satu dirham.” 

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dengan sanad jayyid dari Abu Daud Rahimahullah, beliau adalah penulis kitab As-Sunan, bahwasanya ia pernah naik sebuah perahu. 

Ia mendengar seseorang yang bersin di tepi pantai, lalu orang itu memuji Allah (yakni mengucapkan Alhamdulillah). 

Maka, Abu Daud menyewa sebuah sampan seharga satu dirham. Lalu ia mendatangi orang yang bersin tadi dan mendoakannya (yakni mengucapkan yarhamukallah), kemudian kembali ke perahu lagi. 

Ia pun ditanya tentang hal itu. Maka, ia menjawab, 

”Mungkin saja orang tadi adalah orang yang mustajab doanya.” 

Ketika orang-orang berbaring, maka mereka mendegar ada yang berseru, “Wahai orang-orang yang berada di perahu, sesungguhnya Abu Daud telah membeli surge dari Allah dengan satu dirham.” (Sumber: Tata Busana Para Salaf, judul asli “Libas Ar-rasul wa Ash-Shahabah wa Ash-Shahabiyat Ajma’in” karya Abu Thalhah bin Abdus Sattar hal. 35-36) 

Seharusnya kita sebagai seorang muslim mengamalkan sunnah yang satu ini yaitu memuji Allah ketika bersin, dan merupakan seuatu kewajiban bagi yang mendengar pujian muslim yang bersin tersebut untuk membalas pijiannya. 

Ini merupakan hak yang disepelekan oleh kaum muslimin di zaman sekarang yakni ketika ia mendengar seorang mukmin bersin dan ia pun memuji Allah, maka mukmin yang lainnya tidak membalas pujiannya tersebut. padahal ini adalah suatu hak seorang muslim bagi muslim lainnya. 

Hal ini sebagaimana Sabda Rasululllah SAW : 


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ 


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) 

Jadi, Jangan pernah menyepelkan suatu amalan yang kecil untuk mengejar amalan yang besar. Ingatlah, Allah SWT lebih menyukai suatu amalan yang dilakukan dengan ikhlas walaupun itut kecil dari pada amalan yang besar tapi penuh dengan riya dan ingin dipuji oleh manusia. Semoga bermanfaat untuk kita semuanya, terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Ketika Imam Abu Daud Membeli Surga Hanya 1 Dirham"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel