Hati-hati Istidraj, Diberi Kenikmatan Dunia Meski Lalai Kepada Allah SWT

Dalam kehidupan dunia ini tentunya berbagai hal yang dapat kita saksikan. Mungkin sempat terbesit dalam hatiku untuk bertanya, Kenapa orang yang justru lalai terhadap perintah Allah SWT, Rejeki mereka lancar dan kaya raya. Sementara banyak dari mereka yang taat namun kehidupan mereka sulit.

Hati-hati Istidraj, Diberi Kenikmatan Dunia Meski Lalai Kepada Allah SWT

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya dalam islam selalu diberi penjelasan tentang hal yang mungkin salama ini jadi penasaran dalam diri kita. Dalam islam hal seperti itu disebut dengan Istidraj yang perlu diketahui kaum Muslimin. Istidraj jika dicontohkan seperti bisnisnya lancar dan omset besar tapi melalaikan sholat. Karirnya naik terus dan orang-orang hormat tapi tidak memakai jilbab.Jadi itulah istidraj yaitu merasa bahagia di dunia padahal itu adalah hukuman baginya dari Allah Ta’ala. Mengapa. Karena dia bahagia tidak diatas landasan Agama Islam yang benar.

Allah SWT biarkan bahagia sementara di dunia, Allah biarkan merasa akan selamat dari ancaman Allah di akhirat kelak, Allah tidak peduli kepadanya.

Maka itulah istidraj sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.”

"Jadi sering-sering muhasabah antara nikmat dan istidraj," ujar Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun Instagramnya.

Dia juga mengingatkan sudah sepatutnya seorang musim berilmu, yaitu bagaimana membedakan antara nikmat dan istidraj dengan sering-sering bermuhasabah.

Mengenai ayat menyinggung soal ini yakni:

اَفَاَمِنُوۡا مَكۡرَ اللّٰهِ‌ ۚ فَلَا يَاۡمَنُ مَكۡرَ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡخٰسِرُوۡنَ


Afa aminoo makral laah; falaa yaamanu makral laahi illal qawmul khaasiroon

“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” [QS. Al-A’raf: 99]

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar’awi menjelaskan,

“Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan… mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah.”

Semoga ulasan diatas dapat memberi penjelasan kepada kita semua sehingga taka da lagi keraguan untuk terus dan istiqomah dalam perintah dan larangan Allah SWT dan mengikuti ajaran Rasulullah SWT sehingga kita selamat dari istidraj, selamat juga dunia dan akhirat.

Belum ada Komentar untuk "Hati-hati Istidraj, Diberi Kenikmatan Dunia Meski Lalai Kepada Allah SWT"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel