Meninggal Dalam Kondisi Apapun Jangan Risau Selama Dalam Keadaan Muslim

Meninggal dalam kondisi apapun jangan dirisaukan selama Islam masih dipegang teguh, selama dalam kondisi Muslim. Dalam konteks tersebut ada sebuah syair dan kisah yang disampaikan Mudir Ma'had Nida'us Salam Pekalongan, Ustaz Abul Abbas Thobron. Berikut penjelasannya.

Meninggal Dalam Kondisi Apapun Jangan Takutkan Selama Dalam Keadaan Muslim

Bismillah,

Ada seorang sahabat berucap Sya'ir sebelum meninggal di tiang gantungan :

ولست أبالي حين أقتل مسلماً

على أي جنب كان في الله مصرعي


Selama aku mati dalam kondisi muslim maka Aku tidak peduli

Mau dibunuh dengan cara apa pun selama matiku di jalan Allah

وذلك في ذات الإله وإن يشأ
يبارك على أوصال شلو ممزع

Karena itu adalah ketetapan Allah dan jika Allah berkehendak

Niscaya Dia akan memberkahi potongan jasadku yang sudah disayat-sayat.

Dialah Khubaib bin Ady Al Anshori, dan kalimat tersebut beliau ucapkan di akhir hayat beliau sebelum akhirnya dieksekusi mati oleh orang-orang kafir.

Kisah lengkapnya ada dalam Shohih Bukhori (7 / 378-379 Fathul Bari) dan disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin bab Karomatul Auliya'.

Ringkasan alur ceritanya bahwa Rasulullah mengutus 10 sahabat sebagai intelijen untuk mempelajari kondisi kafir Quroisy, dipimpin oleh Ashim Bin Tsabit Al Anshori.

Di tengah perjalanan rupanya terbongkar rahasia mereka oleh Qobilah Hudzail, akhirnya 100 orang kafir ahli panah keluar dan mengepung para sahabat, sampai akhirnya Ashim dan enam sahabat terbunuh, sedangkan tiga orang tertawan, di antaranya adalah Khubaib.

Ashim ketika terbunuh jasad beliau mau dicincang oleh orang-orang kafir, namun Allah Ta'ala menjaganya dengan diutus lebah seperti awan yang menutupi jasadnya.

Sedangkan Khubaib ketika sudah mau dieksekusi mati dengan cara disalib, maka beliau minta izin untuk sholat 2 rakaat, kemudian beliau berdoa:

اللهم أحصهم عدداً، واقتلهم بدداً، ولا تغادر منهم أحدا


"Wahai Tuhanku hitunglah jumlah mereka, dan bunuhlah semua mereka, dan janganlah engkau sisakan seorang pun dari mereka".

Setelah itu beliau melantunkan sya'ir tersebut.

Dan disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa orang-orang kafir takut terhadap do'a Khubaib, akhirnya mereka berkata: "Wahai Khubaib apakah engkau mau jika seandainya Muhammad sekarang di posisimu..?"

Maka beliau menjawab: "Tidak, aku tidak ingin Nabi Muhammad menggantikanku walaupun cuma sekedar satu duri yang mengenai kaki beliau".

Akhirnya beliau dilempari dengan anak panah, tombak, dan pedang sampai akhirnya beliau syahid di atas kayu salib. Dan Khubaib adalah orang muslim pertama yang mati dengan cara disalib.

"Sahabatku, selama kita bisa Istiqomah di atas Islam dan iman sampai datang ajal menjemput kita, maka ini adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita," ujar Ustaz Abul Abbas Thobroni, Mudir Ma'had Nida'us Salam Pekalongan dalam pesan tulisannya.

Sedangkan bagaimana kondisi mati kita dan kondisi jasad kita, maka itu bukanlah hal yang penting bagi kita. Mau mati di Rumah Sakit karena sebab Corona, mati di jalan karena kecelakaan, mati di ranjang rumah karena sakit, atau bahkan mati dengan dicincang jasad kita oleh orang kafir di medan pertempuran, itu tidaklah penting.

Yang terpenting adalah ketika mati kita dalam kondisi Husnul Khotimah, kita mati ditengah ibadah, kita mati ketika sujud, mati ketika berdzikir, mati ketika membaca Al-Qur'an.


Belum ada Komentar untuk "Meninggal Dalam Kondisi Apapun Jangan Risau Selama Dalam Keadaan Muslim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel