Meninggal Karena Wabah Covid-19, Apakah Mati Syahid?

Wabah Virus Covid -19 di Tanah Air sungguh mengkhawatirkan. Dari hari ke hari data yang diumumkan pemerintah semakin menanjak. Wabah tersebut telah menyebar ke 34 provinsi seluruh Indonesia. Tulisan singkat ini ingin mengulas, bahwa menurut syariat Islam seorang Muslim yang meninggal karena thoun (wabah), termasuk wabah Covid -19 tergolong Muslim yang mati syahid.

Meninggal Karena Wabah Covid-19, Apakah Mati Syahid?

Definisi mati syahid

A. Secara etimologis atau harfiyah

Syahid berasal dari kata syahida yasyhadu syahadatan, artinya menyaksikan, orang yang benar-benar menyaksikan

Ulama dan Mantan Anggota Komisi Ukhuwah MUI DKI Jakarta, KH Drs Syarifuddin Mahfudz MSi menyebutkan, para Ulama memberikan penjelasan tentang kalimat tersebut.

1. “Mereka akan menyaksikan pahala dan kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada mereka pada saat mereka meninggal dunia “.

2. Mereka menyaksikan datangnya para Malaikat yang menaungi mereka dengan sayap-sayap mereka di saat-saat kematian “.

3. “Orang yang mati syahid itu menyaksikan dunia dan akherat “.

B. Secara terminologis atau istilah

Orang yang mati dalam perang melawan orang kafir dalam menegakkan agama Allah, dan yang mati karena sebab-sebab tertentu, seperti dinyatakan dalam hadits-hadits sabda Rasulullah saw.

Dalil-dalil dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

A. Al Qur’anul Karim.

1. Surat An Nisa 69 sebagai berikut :


وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُوْلَ فأألَئِكَ مَعَ الّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِّيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ والشُّهَداَءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُلَئِكَ رَفِيْقَا


“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya mereka itu akan bersama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu ; Nabi-Nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati syahid (syuhada) dan orang-orang sholeh . Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya “.

2. Surat An Nisa (4):74 sebagai berikut :

وَمَنْ يُقاَتِلْ فىِ سَبِيْلِ اللهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤتِهِ اَجْراً عَظِيْماً


“Barangsiapa yang berperang di jalan Allah , lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar “.

B. Rasulullah saw bersabda dalam hadits Abu Dawud nomor 3111 sebagai berikut

اَاشَّهاَدَةُ سَبْعٌ سِوَى اَلْقَتْلُ فىِ سَبِيْلِ اللهِ : اَلْمَطْعوُنُ شَهِيْدٌ وَالْغَرَقُ شَهِيْدٌ وَصاَحِبُ ذَاتِ الِجَنْبِ شَهِيْدٌ وَالْمَبْطُوْنُ شَهِيْدٌ وَصاَحِبُ الْحَرِيْقُ شَهِيْدٌ وَالَّذِيْ يَمُوْتُ تَحْتَ الْهَدَمِ شَهِيْدٌ والمَرْئَةُ تَمُوْتُ بجمع شَهِيْدٌ


“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh. Mati karena thoun (wabah) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, dan wanita yang mati karena melahirkan syahid“.

Tiga macam mati syahid

A. Syahid dunia akhirat.

Inilah derajat syahid yang tertinggi, syahid yang sempurna, sebagaimana dinyatakan ayat 74 Surat An Nisa tersebut di atas.

“Yaitu orang yang terbunuh ketika berperang di jalan Allah, dalam membela agama Islam, dengan niat yang ikhlas, tidak ada unsur riya

Syahid seperti ini, jenazahnya tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tidak dishalatkan. Jnazahnya langsung dikuburkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika dia gugur.

B. Syahid akhirat

Yaitu tujuh golongan orang yang meninggal sebagaimana dijelaskan hadits riwayat Abu Dawud nomor 3111 tersebut di atas.

Termasuk (yang pertama) orang yang mati karena penyakit thoun atau wabah yang sedang melanda sekarang. Mereka tetap harus dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan. Tentu harus sesuai dengan protap yang dikeluarkan ahli medis.

Bagi syahid akhirat, mereka akan mendapat pahala syahid di akherat, walau derajatnya tidak sama dengan syahid dunia akhirat.

Ini kiranya MENJADI OBAT PENAWAR bagi keluarga yang ditinggal karena Covid -19. Kematian mereka tidak sia-sia karena dijamin akan masuk syurga. Aamiiin Ya Rabbal ‘Aalamiiin.

C. Syahid dunia.

Imam Nawawi menjelaskan “ Orang yang mati dalam perang, namun berkhianat dalam masalah ghanimah (harta rampasan), sehingga menafikan pahala syahidnya. Namun di dunia tetap dihukumi sebagai syahid. jenazahnya tidak dimandikan, tidak dikafani dan tidak dishalatkan. Sedangkan di akherat ia tidak mendapatkan pahala syahid yang sempurna “.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Dalam fatwanya no 14 tahun 2020 MUI menyatakan bahwa “Orang yang mati karena Wabah Copid 19 dalam pandangan syar’I termasuk kategori syahid akherat dan hak-hak jenazahnya wajib dipenuhi, yaitu ; dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan. Pelaksanaannya wajib menjaga keselamatan petugas dengan mematuhi ketentuan-ketentuan protokol medis. Tata caranya diatur dalam lampiran fatwa tersebut.

Belum ada Komentar untuk "Meninggal Karena Wabah Covid-19, Apakah Mati Syahid?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel