Setan Tidak Bisa Meniru Sosok Nabi, Inilah Ciri-ciri Jika Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Bermimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam merupakan sebuah keistimewaan tersendiri bagi orang yang bertakwa. Pasalnya, mimpi itu bukanlah tipuan dari setan, melainkan sebuah perjumpaan yang agung bersama Rasulullah.

Setan Tidak Bisa Meniru Sosok Nabi, Inilah Ciri-ciri Jika Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

Sebab, Rasulullah telah menegaskan bahwa setan tidak dapat menyerupainya. Diriwayatkan dari Abu Rabi' Sulaiman bin Daud Al Ataki dari Hamad yakni Ibnu Zaid diriwayatkan Ayyub dan Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Barang siapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan sadar karena setan tidak bisa menyerupai diriku (Nabi)." (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

Dikutip dari kanal YouTube Entong Dishare, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan jika dalam mimpi tersebut Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memiliki rambut putih, jenggot putih, maka itu bukanlah beliau.

Menurut kitab Asy-Syamail Muhammadiyah, ciri fisik Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah jumlah jenggot dan rambutnya tidak lebih dari 20 helai serta berwarna hitam. Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa orang yang mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah orang yang mengenal Nabi.

Kita dapat mengenal Nabi jika rajin membaca kitab dan mengamalkan salawat secara rutin. Baca juga: Kisah 5 Ulama Mimpi Bertemu Rasulullah, Ada yang Ditegur Tidak Wudu Sebelum Tidur Salah satu ulama yang pernah bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. "Orang yang bertemu dengan Nabi adalah orang yang kenal dengan Nabi.

Bagaimana dia mengenal Nabi? Dia baca kitab Syamail Muhammadiyah, dia baca kitab Sirah Nabawiyah, lalu kemudian berkat sholawatnya. 'Dulu aku mengamalkan salawat sampai 13 lembar dari Syekh Abdulqadir Al Jilani,' kata Habib Munzir bin Fuad Al Musawa," jelas Ustadz Abdul Somad.

Selain itu, lanjut UAS, Habib Munzir juga sempat membaca 17 macam salawat. Kemudian beliau memutuskan membacakan 1 macam salawat saja, yakni yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lewat mimpinya: اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan Keluarga serta para sahabatnya."

Ustadz Abdul Somad mengatakan, ketika mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, umat tidak boleh menjadi orang yang sombong. Sebaliknya, harus menjadi orang yang lebih istikamah, tawadhu, serta rendah diri. "Kalau setelah mimpi ketemu Nabi makin istikamah, makin tawadhu, makin rendah hati, makin jihad, Alhamdulillah. Tapi kalau setelah itu malah membanggakan diri, ingat sesungguhnya kita sedang dipermainkan dengan hawa nafsu. Hati-hati," pungkas Ustadz Abdul Somad.

Belum ada Komentar untuk "Setan Tidak Bisa Meniru Sosok Nabi, Inilah Ciri-ciri Jika Mimpi Bertemu Rasulullah SAW"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel