Inilah Amalan Berhubungan Intim Suami Istri Agar Berkah Dikaruniai Anak Salih Saliha

Setiap pasangan suami istri tentunya menginginkan keturunan/anak sebagai pelengkap kebahagian sekaligus amal yang mengalir. Pasangan suami istri tentu menginginkan anak yang salih saliha. Untuk mendapatkan anak yang salih saliha tersebut, tentunya dalam islam ada amalan yang harus dijalankan agar Allah SWT mengabulkannya.

Berikut penjelasan mengenai amalan saat berhubungan suami istri yang wajib diketahui pasangan Muslim. Insya Allah memberi keberkahan dan dapat dikaruniai anak salih/salihah. Salah satunya adalah membaca doa berjimak.

Untuk meraih keberkahan dalam hubungan intim suami istri, di antaranya adalah dengan berdoa sebelum melakukannya. Keampuhan doa ini salah satunya akan memberikan kebaikan pada keturunan yang dihasilkan.

Lalu tentunya hubungan intim suami istri yang sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan makin menambah kemesraan karena keberkahan yang hadir ketika itu.

Berdasarkan riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

"Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca doa: Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa (Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami), kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya." (HR Bukhari nomor 6388 dan Muslim 1434)

Ulama Ash-Shon'ani berkata bahwa hadis tersebut adalah dalil bahwa doa ini dibaca sebelum bercumbu yaitu ketika punya keinginan. Sebab dalam riwayat Imam Bukhari lainnya disebutkan:

أَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ يَقُولُ حِينَ يَأْتِى أَهْلَهُ

"Adapun jika salah seorang dari mereka mengucapkan ketika mendatangi istrinya …" (HR Bukhari nomor 5165). Makna kata "ketika" (حِينَ) dalam riwayat ini berarti "berkeinginan". (Subulus Salam, 6: 91)

Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari (9: 228) berpendapat bahwa doa tersebut dibaca sebelum hubungan intim. Begitu pula pendapat Syekh ‘Abdul Qodir Syaibah dalam Fiqhul Islam, 7: 61-64.

Intinya doa ini diucapkan sebelum memulai hubungan intim dan bukan di pertengahan atau sesudahnya. Hukum membaca doa ini adalah sunah (mustahab) (Lihat Tafsir Alquran Al ‘Azhim, 1: 190). Dan jika dilihat dari tekstual hadis di atas, doa ini dibaca oleh suami.

Adapun keutamaan dari mengamalkan doa ini sebelum berhubungan intim suami istri adalah:

Pertama: Setan tidak akan turut serta dalam hubungan intim tersebut karena di dalam doa ini diawali dengan penyebutan "Bismillah". Demikian pendapat sebagian ulama. Mujahid rahimahullah berkata:

أَنَّ الَّذِي يُجَامِع وَلَا يُسَمِّي يَلْتَفّ الشَّيْطَان عَلَى إِحْلِيله فَيُجَامِع مَعَهُ

"Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan 'Bismillah', maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya (Fathul Bari, 9: 229). Ya Allah, lindungilah kami dari gangguan setan kala itu."

Kedua: Kebaikan doa ini pun akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Buktinya adalah riwayat mursal namun hasan dari ‘Abdur Razaq yang menyebutkan:

إِذَا أَتَى الرَّجُل أَهْله فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقَتْنَا وَلَا تَجْعَل لِلشَّيْطَانِ نَصِيبًا فِيمَا رَزَقْتنَا ، فَكَانَ يُرْجَى إِنْ حَمَلْت أَنْ يَكُون وَلَدًا صَالِحًا

"Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah: 'Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami.' Dari doa ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang salih." (Fathul Bari, 9: 229)


Belum ada Komentar untuk "Inilah Amalan Berhubungan Intim Suami Istri Agar Berkah Dikaruniai Anak Salih Saliha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel